Rakornas Golkar Tak Larang DPD Bicara Capres

9 02 2009

Koran Sindo

JAKARTA(SINDO) – DPP Partai Golkar tak akan melarang DPD I menyinggung soal calon presiden (capres) pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 12–15 Februari mendatang.


Meski demikian, rapat tersebut tidak akan memutuskan penetapan capres. Ketua DPP Partai Golkar Ali Wongso Halomoan Sinaga menyatakan,aspirasi apapun yang dibawa daerah tak akan dikekang, termasuk masalah capres. Hanya saja, Ali mengingatkan bahwa agenda utama rakornas yang akan digelar tersebut yakni koordinasi persiapan menghadapi Pemilu Legislatif 2009.

“Kita fokus pada strategi merealisasikan target 30% suara. Kalaupun ada DPD yang menyinggung masalah capres,kita hargai,tapi tidak untuk diputuskan,”terangnya kepada SINDO kemarin. Kader Soksi ini menambahkan, rakornas tersebut tidak bisa menganulir hasil rapat pimpinan nasional IV yang memutuskan bahwa masalah capres akan dibahas dalam rapimnas khusus pascapemilu legislatif.

Menurut Ali, Golkar selalu menghormati aturan main yang telah ditetapkan. “Ingat rapimnas itu forum tertinggi setelah munas,”ujar dia. Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla menegaskan, rakornas tidak akan membahas soal capres. Menurut Kalla, agenda utama Golkar untuk rakornas mendatang masih tentang persiapan menjelang pemilu legislatif.

Persiapan tersebut antara lain mengenai evaluasi pelaksanaan kampanye di sejumlah daerah. Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Rully Chairul Azwar menambahkan, tidak ada larangan bagi DPD I untuk menyinggung soal capres pada rakornas mendatang.Hanya saja, Rully mengingatkan bahwa isu capres tak akan mendapat respons besar dalam forum tersebut.

“Bisa saja ada DPD yang menyinggung soal capres, itu nggak masalah dalam iklim demokrasi.Tapi harus diingat bahwa rakornas ini untuk persiapan menghadapi pemilu legislatif. Nanti ada forum rapimnas khusus untuk membahas masalah capres,” tandas Rully kepada SINDO kemarin.

Ditanya mengenai sejumlah kader Golkar yang berniat maju sebagai capres,Rully tak mempersoalkan.Dia bahkan mempersilakan mereka menyosialisasikan diri kepada masyarakat. Dengan demikian, popularitas mereka bisa naik. Sementara itu, Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta John Ke’ban menyambut baik sikap DPP tersebut.

Menurut dia, Golkar harus segera membuat kalkulasi politik menghadapi Pemilu Presiden 2009. “Itu serius. Kami sudah mendiskusikan dengan Pak Agung Laksono soal ini. Kalau bisa,kita akan perjuangkan ada rekomendasi percepatan rapimnas khusus,”terangnya kepada SINDO. (ahmad baidowi)





Yudhoyono: Jangan Hancurkan Partai Lain

9 02 2009

Kompas Cetak Jakarta, Kompas – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Hadi Utomo mengemukakan bahwa pada dua bulan menjelang pemilihan umum legislatif dan lima bulan menjelang pemilu presiden, suhu politik akan semakin panas dan kompetisi akan makin keras. Yudhoyono berpesan kepada semua kader partainya untuk menggunakan cara-cara yang bersih, cerdas, dan santun dalam berkompetisi. ”Mari bersama-sama menegakkan etika pemilu. Partai-partai lain itu bukan musuh yang harus dihancurkan. Mereka adalah sesama komponen bangsa,” ujar Yudhoyono dalam pengarahannya kepada 1.953 peserta Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Hall D Arena Pekan Raya Jakarta, Minggu (8/2). Yudhoyono yang sudah menyatakan diri akan mencalonkan kembali sebagai presiden dalam Pilpres 2009 meminta kader Demokrat tetap tenang, tidak terpancing, dan tidak berucap atau berperilaku kasar. Yudhoyono meminta serangan dan pelecehan dijawab secara tepat, proporsional, dan terukur. ”Cegah politik fitnah karena yang main fitnah tidak mendapat hidayah. Jangan menghalalkan segala cara. Kalau mau menang, ya berjuang. Jangan destruktif. Teruslah berjuang dengan gigih agar berhasil. Jangan pakai cara-cara yang tidak baik dan tidak bermoral. Malu!” ujarnya. Menurut Hadi Utomo, rapimnas digelar untuk konsolidasi guna mewujudkan target suara minimal 20 persen. ”Keberhasilan ini sebagai etape sangat penting untuk kesuksesan mengantar kembali SBY sebagai presiden untuk periode kedua kalinya,” ujar Hadi. Selain menyebut suhu politik akan makin panas dan kompetisi akan makin keras, Hadi juga mengemukakan, serangan yang dilakukan kepada Partai Demokrat makin keras, makin tajam, dan makin gencar. Menurutnya, semua partai, baik yang ada di pemerintahan maupun oposisi, sedang sama-sama gencar berkampanye dan melakukan politik pencitraan guna meraih dukungan suara rakyat. Yudhoyono datang didampingi Ny Ani Yudhoyono yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. Yudhoyono dan Hadi menjadi saudara karena perkawinan mereka. Istri Hadi Utomo adalah saudara sekandung Ny Ani. Keduanya adalah putri Sarwo Edhie Wibowo. Yudhoyono juga meminta agar semua kader saat ini fokus meraih kemenangan dalam pemilu legislatif. Menurutnya, saat ini belum saatnya menghabiskan waktu untuk berbicara tentang calon presiden dan calon wakil presiden. Secara khusus kepada jajaran pengurus di DPP, Yudhoyono berpesan untuk tidak memasangkan nama-nama sebagai calon wapres. ”Jangan membiasakan diri memberi angin surga. Mereka (tokoh-tokoh yang disebut sebagai calon wapres) punya harga diri dan kehormatan. Mari kita hormati tokoh-tokoh lain juga,” ujar Yudhoyono. (INU)